Resensi Buku Manifesto Gerakan Intelektual Profetik
RESENSI
BUKU
Oleh
Nuri Amriyatul Khasanah
Judul : Manifesto Gerakan Intelektual Profetik
Penulis : Abdul Halim Sani
Editor : Kasyadi
Penerbit : Samudra Biru
Cetakan : I, Maret 2011
Dimensi :14 x 20 cm, xxx + 235 hlm
Nomor ISBN :978-98448-4-9
Muhammad
Abdul Halim Sani adalah aktivis pergerakan yang dibesarkan dalam kultur
organisasi modern Muhammadiyah. Lahir di Cilacap 5 September 1983. Beliau
merupakan alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2005.Saat
ini beliau sedang melanjutkan pendidikan
S2 jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial di Universitas Indonesia.Aktivitas
Kesehariaanya sebagai tenaga pendidik di SMA Muhammadiyah Cileungsi,dan
mengabdikan diri disetiap jenjang pengkaderan IMM,yang tergabung dalam Korps Instruktur DPP IMM.
Beliau memiliki hobi berdiskusi dan
senang mengkaji, salah satunya yaitu mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan tema
Profetik. Sebagai aktivis dalam organisasi pergerakan mahasiswa lebih dari
delapan tahun,beliau telah memiliki pengalaman tertentu dengan organisasi yang
ditekuni.Pengalaman tersebut menjadi bekal lahirnya tulisan Manifesto Gerakan
Intelektual Profetik.Manifesto Gerakan Intelektual Profetik merupakan tulisan
yang mengupas tentang paradigma IMM dalam merespon realitas makro,mezzo dan
mikro.Buku ini merupakan jawaban atas paradigma organisasi gerakan Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah yang selama ini berbeda di masing-masing pimpinan,dari
pimpinan pusat hingga pimpinan komisariat.Buku ini mengkaji nilai-nilai yang
ada dalam diri ikatan,serta bagaimana menghadirkan nilai tersebut sebagai jati
diri yang membedakan ikatan dengan
gerakan mahasiswa yang lain. Nilai tersebut menjadi alat pandang dan cara
menyelesaikan proses dehumanisasi saat ini,dengan membawanya pada cita-cita
ideal yang diinginkan.Buku ini tersusun dalam 11 bagian
ditambah prolog dan epilog. Prolog ditulis oleh Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan
guru besar sosiologi agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan epilog ditulis
oleh Zakiyuddin Baidhawi merupakan aktivis Jaringan Intelektual Muda
Muhammadiyah.
“Kamu
adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf
dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Tuhan” (Q.S.Ali Imron;110)
Manusia
secara bahasa disebut insan yang dalam bahasa Arabnya berasal dari kata nasiya,berarti lupa.Sedangkan dilihat dari kata dasar al-uns berarti jinak.Kata insan
dipakai untuk menyebut manusia ,karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak.Banyak
perspektif tentang definisi manusia salah satunya menurut pemikiran Karl Marx
yaitu tentang perbedaan antara manusia dengan binatang berdasarkan kebutuhannya.
Binatang berproduksi berdasar apa yang dibutuhkan secara langsung bagi diri dan keturunannya,sedangkan manusia
berproduksi secara universal bebas dari kebutuhan fisik dan juga manusia
terbuka pada nilai-nilai estetik,dan hakikat perbedaan manusia dengan binatang
adalah menunjukan hakikat bebas dan universal.Dan arti manusia dalam pandangan
ikatan adalah manusia berkesadaran kenabian yang berupaya melakukan
transformasi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing
kader.Manusia ini mengaktualkan potensi yang ada agar berubah menjadi
eksistensi.Sehingga terlaksana kedudukan manusia sebagai khalifah yang bertugas
memakmurkan bumi dalam rangka meningkatkan ibadah pada Tuhan.Pengatulan ini
menjadikan manusia berkarakter insan
kamil yang memberikan kebahagiaan
dan peringatan terhadap sesama ataupun alam.
Manusia
dalam memandang kehidupan realitas sosial merupakan cerminan dari kerangka
berpikir yang dibangun berdasarkan dialetika diri dengan
lingkungannya.Dialetika tersebut ,melahirkan suatu kebudayaan yang beragam
dalam menyikapi alam dan realitas. Kebudayaan ini ,secara sederhana terbagi
menjadi dua macam, yaitu manusia sebagai subyek dan obyek dari alam.Banyaknya
persoalan yang dihadapi manusia maka lahirlah ikatan dalam mengawal perubahan sosial yang digali
dari doktrin dan simbol diri ikatan.Melihat pentingnya doktrin ikatan,ada
beberapa hal yang menjadi gerakan ikatan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan
antara lain tujuan ikatan.Tujuan merupakan gambaran reflektif kolektif dari para pendirinya dalam menyikapi realitas yang ada pada saat
itu dan mimpi realitas ideal dimasa yang akan datang.Ikatan merupakan suatu
Ortom dari organisasi sosial kemasyarakatan Muhammadiyah.Tujuan didirikan
Muhammaddiyah sebagai “baldatun
thayyibatun warabbun ghafur”.Pengungkapan tujuan Muhammadiyah terlihat
dalam tujuan ikatan serta bentuk perjuangan yang akan dilakukan oleh ikatan.Seperti
tercamtumkan tujuan IMM sesuai dengan AD
IMM yaitu “Mengusahakan terbentuknya
akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan
Muhammadiyah”. Tujuan serta harapan Muhammadiyah terhadap ikatan adalah gerakan ilmu amaliah dan amal ilmiah. Gerakan
ikatan dalam bidang ilmu ini yang membedakan ikatan dengan organisasi
pergerakan lain serta Ortom yang berada dilingkungan Muhammadiyah.Lalu ada
semboyan Ikatan yang berbunyi “Anggun
dalam Moral,Unggul dalam Intelektual,Radikal dalam Gerakan”, merupakan
doktrin dan spirit bagi kader dalam meneguhkan gerak dan langkahnya di ikatan.Selain
itu,ada trilogi ikatan yaitu merupakan lahan juang dan simbol ikatan dalam
melakukan transformasi sosial.Munculnya trilogi ikatan ini merupakan pengambilan intisari dari deklarasi Kota Barat yang kita kenal
dengan kemahasiswaan, keagamaan dan
kemasyarakatan.
Dalam mewujudkan kader ikatan, istilah
intelektual profetik ikatan dimadsudkan bagi mereka yang memiliki kesadaran
akan diri,alam dan Tuhan.Menisbatkan semua potensi yang dimiliki sebagai
pengabdian untuk kemanusiaan dengan melakukan humanisasi dan liberasi. Dijiwai
dengan trasendensi disemua dimensi kehidupan sesuai dengan kompetensi yang
dimiliki dalam rangka beribadah kepada Allah swt sebagai perwujudan khalifah
dibumi.Dan ada 3 alasan mengapa harus intelektual profetik karena merupakan
respon terhadap realitas makro yang menyebabkan dehumanisasi,respon diri IMM
yang membutuhkan paradigma gerakan dalam rangka menyikapi realitas sosial dan
merupakan respon terhadap amal usaha dan sejarah Muhammadiyah yang terjebak
dalam sangkar besi rasional.Pilihan intelektual profetik dalam ikatan merupakan
pilihan sadar pengembangan dari dialetika realitas mikro ,realitas makro dan
realitas sosial.Setiap apa yang dilakukan oleh intelektual profetik adalah
sesuai dengan maqasid as-syaria’ah yang
terdiri dari agama,jiwa,keturunan,harta,akal dan ekologi.Sifat yang dibawa oleh
intelektual profetik adalah agama untuk kemanusiaan,pemecahan persoalan-persoalan
sosial empiris, ekonomi, pengembangan masyarakat, penyadaran hak-hak politik
rakyat dan mengeluarkan belenggu manusia dari ketidakadilan.Proses tranformasi
sosial yang dilakukan sesuai dengan tiga pilar dalam etika profetik yaitu humanisasi, liberasi dan trasedensi.Humanisasi merupakan terjemahan
dari Amar maruf yang artinya menegakkan kebaikan.Humanisasi teosentris Kuntowijoyo
berawal dari iman terhadap ilmu sosial yang selama
ini bersifat positivistic, menafikan hal-hal yang berkaitan dengan agama.Guna
mengemban misi profetik ini maka harus memiliki
beberapa kompetensi dasar yang dipilah menjadi tiga basis yaitu
ideology,pengetahuan dan ketrampilan.
Untuk
mengemban misi tersebut maka juga diperlukan kesadaran kritis dan profetis .Kesadaran kritis yaitu bentuk
kesadaran individu yang mampu melakukan analisis terhadap suatu permasalahan
yang terjadi secara holistis dan makro, sehingga dapat menguraikan sebab-akibat
dari suatu permasalahan.Kesadaran ini akan membawa manusia pada penyelesaian
agar tidak mengalami ketertindasan , membuat struktur yang lebih adil dan
berpikir bagaimana cara melakukan tranformasi.Dan kesadaran profetis merupakan suatu cita yang
diinginkan setiap insan dalam
berproses menuju kesempurnaan. Kesadaran ini meyakini
bahwa yang menentukan kesadaran adalah Tuhan. Bentuk kesadaran ini
merupakan ruh Ilahiah untuk melakukan
tranformasi sosial. Lalu ada etika profetik yaitu merupakan suatu teori moral/etika yang didasarkan pada nabi.Etika
profetis yang dimiliki ikatan merupakan pemberian kesadaran dari Tuhan untuk
melakukan transformasi sosial guna menciptakan masyarakat yang telah
diidealkan. Etika profetis yang
diinterpretasikan oleh ikatan merupakan derifasi dari Qs.Ali Imran ayat 110 yaitu:
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan
untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan
beriman kepada Tuhan”
Ikatan
menginterpretasikan ayat tersebut menjadi etika profetis yang menjadi gerak dan
langkah ikatan sebagai suatu usaha yang
aktif dalam merubah dan menentukan sejarah.Ada tiga item yang harus dipenuhi dalam konsep etika profetis
yaitu konsep umat terbaik, pentingnya kesadaran sejarah dan konsep profetis.
Konsep umat terbaik merupakan
konsep ikatan yang memiliki landasan
gerak berdasarkan kesadaran profetis guna mewujudkan tatanan ideal dan
menjadikan manusia dekat dengan penciptanya.Sedangkan kesadaran sejarah
merupakan tindak lanjut dari konsep kesadaran Ilahiah, yang dalam praksisnya
melakukan aktivitas sejarah.Dan konsep profetis merupakan terjemahan dan
pelaksanaan dari unsur; ta’muruna bil ma’ruf, tanhauna ‘anil munkar
Dalam etika profetik ,tiga
pilar gerakan tranformasi
seperti;humanisasi;liberasi dan trasedensi dapat diterjemahkan kedalam
indikator yang meliputi;cendekiawan/intelektual profetis;indikator tranformasi
profetis dan aksi tranformasi profetis.Cendekiawan merupakan salah satu unsur
yang dapat menunjang tranformasi sosial.Seorang cendekiawan memiliki sikap yang
memihak pada nilai tertentu,fundamental dalam melakukan transformasi sosial
guna menciptakan masyarakat yang dicita-citakan. Indikator cendekiawan profetis
meliputi:individu kader,sadar terhadap realitas sosial,peka dan peduli terhadap
realitas sosial,aksi nyata sebagai respon terhadap realitas sosial,dan
evaluasi.Lalu ada indikator tranformasi protis yaitu merupakan proses perubahan
yang berkarakter kenabian,dilakukan secara menyeluruh (sistemtik) dengan
melibatkan seluruh komponen(partisipatoris) dan perubahan yang tidak hanya
dalam bentuk materi melainkan kesadaran
dan kerangka berpikir terhadap realitas.Yang termasuk dalam indikator
profetis dalam melakukan transformasi sosial yaitu perubahan sistematis,
partisipatoris,perubahan spiritual dan material dan alur metodologi
profetis.Metodologi yang dilalui dalam
transformasi profetis yaitu prioritas isu /program/ kasus,pemilihan
pemihakan,membentuk kelompok inti,merancang sasaran dan strategi,menggalang
sekutu dan pendukung,membentuk pendapat umum,dan pemantauan dan evaluasi
program aksi.
Buku
ini sangat cocok dibaca untuk kalangan
akademisi/cendekiawan terutama bagi kader-kader Muhammadiyah (IMM) sebagai
gerakan intelektual mahasiwa Muslim agar dapat menjadi agent of social change .Buku ini
dapat menggugah spirit reliugiusitas dan menambah wawasan tentang ajaran sosial profetik yang dapat digunakan dalam menangani
masalah masyarakat dalam lapisan
kehidupan sosial.Pembahasannya sangat detail dengan disertai pemikiran-pemikiran dari para filsafat
terkenal yang sejalan dengan pemikiran
si penulis.
Buku
ini tidak dapat dibaca untuk semua kalangan karena banyak istilah-istilah
ilmiah yang sulit dimengerti bagi orang awam.Bahkan bagi kalangan akademisi
masih membutuhkan kamus untuk memahami istilah-istilah ilmiah tersebut.Dan
tidak ada gambar/foto yang terkait dengan kejadian/peristiwa sejarah yang dapat
menarik perhatian pembaca sehingga dapat membuat pembaca bosan dan tidak
terbaca secara keseluruhan.
Didalam
buku ini penulis memahami bahwa pada hakikatnya nabi dan rosul merupakan teori
sekaligus praktisi tauhid sosial dimana Nabi Muhammad telah memulai suatu transformasi berdasarkan
cita-cita profetik dan nalar profetik sangat dibutuhkan dalam menangani
masalah/isu-isu yang terjadi sekaligus
memberikan visi tentang masyarakat masa depan yang adil, rasional, dan
sejahtera. Hal ini sebagai pembeda dari buku-buku lain yang satu tema seperti
buku yang berjudul intelektual dan cendekiawan Muslim Pakistan karya Muhammad
Iqbal yang hanya terpacu pada kesadaran profetik.
Buku
ini sangat pantas dibaca bagi para
cendekiawan muslim dan kader-kader IMM.Sesuai dengan isinya buku ini
memberikan banyak wawasan mengenai ilmu sosial
profetik yang dapat membangkitkan
semangat religiusitas yang sangat
diperlukan untuk meghadapi guncangan dunia saat ini. Dengan pemahaman hidup yang
benar, akan membawa generasi bangsa ini bermental baja, beriman dan berilmu dan
siap menjadi khalifah bangsa ini.
Nah itu resensi bukunya kalau ada kekurangan berikan komentar ya..Terimakasih
Nah itu resensi bukunya kalau ada kekurangan berikan komentar ya..Terimakasih
Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.Salam membaca :)

sangat bermanfaat resensinya..terimakasih kak :)
BalasHapusBukunya Kece Kawan
BalasHapus